A somewhat unique girl who often get confused about the world.

Currently study at Urban and Regional Planning in ITB.

15409005
Background Illustrations provided by: http://edison.rutgers.edu/

5 bulan

Kalo dipikir-pikir sejak bimbingan draft Bab 1 yang pertama sampai detik ini kira-kira sudah 5 bulan berlalu. Tapi gw rasa bener-bener gak ada kemajuan apa-apa, Ganti topik udah 2 kali. Maju mundur Bab 1 dan Bab 2. Nyusahin dosbing dan ortu. Apa sih emang masalahnya?

1. MALES

Ini masalah utama. Emang gw orang yang sama sekali gak disiplin. Janjian ngaret, mau ke dinas ngaret, bangun kesiangan, nunda-nunda kalo mau ngerjain.

2. Pikiran terlalu jauh ke depan

Sejak gw ngerasa salah jurusan, sampai saat ini gw gak punya impian apa yang pengen gw capai ke depan. yah sekedar how to endure life aja kali ya. Terus gw jg bingung tentang mau jadi apa orang kayak gw kalo udah terjun di masyarakat. Apa bakal gak keterima kerja dan hidup sama ortu terus. Gw takut sekali sama kehidupan pasca kuliah. Berhubung gw orangnya bingungan apa nanti gw bakal ketiban masalah terus?

3. Jauh dari Allah

ini sih paling parah, cuma Allah yang tau sih kelakukan ancur gw selama 5 bulan ini.

4. Banyak ngeluh

Kayaknya hampir tiap hari semua hal yg ada di dunia ini gw keluhin. Mulai dari kosan gak enak lah, bosen makan di warteg, dingin, padahal kan banyak orang yang hidupnya lebih susah dari gw. emang jarang bersyukur nih,

5. Bohong

Iya gw sering bohong nih, bohong sama diri sendiri dan orang lain kalo lg malesnya kumat

pengen berubah tapi dasarnya emang gak konsisten jadi susah

Reblogged from wulanerfien  44,931 notes

ragilliarach:

ayuprissa:

ganarfirmannanda:

dyshelldyshell:

puteripije:

anandaardea:

Living Wall

These vegetated surfaces don’t just look pretty. They have other benefits as well, including cooling city blocks, reducing loud noises, and improving a building’s energy efficiency.What’s more, a recent modeling study shows that green walls can potentially reduce large amounts of air pollution in what’s called a “street canyon,” or the corridor between tall buildings.

For the study, Thomas Pugh, a biogeochemist at the Karlsruhe Institute of Technology in Germany, and his colleagues created a computer model of a green wall with generic vegetation in a Western European city. Then they recorded chemical reactions based on a variety of factors, such as wind speed and building placement.

The simulation revealed a clear pattern: A green wall in a street canyon trapped or absorbed large amounts of nitrogen dioxide and particulate matter—both pollutants harmful to people, said Pugh. Compared with reducing emissions from cars, little attention has been focused on how to trap or take up more of the pollutants, added Pugh, whose study was published last year in the journal Environmental Science & Technology.

That’s why the green-wall study is “putting forward an alternative solution that might allow [governments] to improve air quality in these problem hot spots,” he said.Compared with reducing emissions from cars, little attention has been focused on how to trap or take up more of the pollutants, added Pugh, whose study was published last year in the journal Environmental Science & Technology.

That’s why the green-wall study is “putting forward an alternative solution that might allow [governments] to improve air quality in these problem hot spots,” he said.

Mendadak panik ngeliat objek TA pas iseng buka tumblr. Tak apalah reblog dulu gan!!

Apa kabar harimu detik ini ?

Ketika engkau membaca awal surat ini dan kau merasa apapun yang kau hadapi selalu terasa lebih berat dibanding orang lain.

Jangan menyerah ! selesaikanlah.

Memang terkadang ketika yang lain bisa menyelesaikannya dalam beberapa menit, kita perlu beberapa jam atau bahkan beberapa hari.

Jangan menyerah ! selesaikanlah.

Memang terkadang ketika yang lain bisa menyelesaikannya tanpa istirahat dan tetap tersenyum, kita perlu beberapa kali istirahat dan merasa betapa sulitnya tersenyum karena lelah.

Jangan menyerah ! selesaikanlah.

Memang terkadang ketika yang lain bisa menahan air mata dan terlihat tegar tanpa kesulitan, kita mungkin mudah sekali bercucuran air mata karena tak mampu menahan ledakan kemarahan atau kesedihan.

Jangan menyerah ! selesaikanlah.

Memang terkadang ketika yang lain bisa dengan bangga mengacungkan surat berharganya karena keberhasilannya, kita hanya mampu melihat dengan merana dan bertanya kenapa kita tidak bisa seperti mereka.

Jangan menyerah ! selesaikanlah.

Memang terkadang ketika yang lain berdiri didepan kita bukan lagi sebagai seorang teman melainkan sebagai seorang guru atau atasan, kita hanya duduk sebagai murid atau bawahan dikarenakan keterlambatan kita.

Jangan menyerah ! selesaikanlah.

Memang terkadang ketika yang lain bisa berlari dan meraih impian mereka ! Kita hanya bisa merangkak setapak demi setapak dan hanya bisa berdoa mimpi itu juga jatuh untuk kita,

JANGAN MENYERAH ! SELESAIKANLAH !

——————-
dan …
——————-

ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat semangat juang dibanding mereka …

ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat mental baja dibanding mereka …

ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat kesabaran dan percaya diri dibanding mereka …

ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat teman dibanding mereka …

ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat cerita dibanding mereka …

ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat ilmu dibanding mereka …

ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai

SERIBU KALI LIPAT KETINGGIAN DERAJAT DIBANDING PUNCAK MEREKA !

Percayalah !

karena aku yakin, dan aku berhasil menyelesaikannya …
karena aku yakin, aku juga pasti bisa …
karena aku yakin, Tuhan juga tak akan tidur untukku .

-

-

Dikutip dari

http://humaniora.kompasiana.com/edukasi/2010/01/18/3/56123/ketika-semua-terasa-berat-untukmu-anakku-g.html

Reblogged from auntivietnanti  53 notes

Jangan pernah menganggap satu manusia-yang kauanggap gak penting- yang kita temui dalam hidup, takkan pernah kita jumpai lagi. Setiap mereka adalah jalan keluar. Satu demi satu dari mereka adalah jembatan-jembatan kita dalam mengarungi perjalanan. Mereka adalah malaikat-malaikat Tuhan yang Dia kirim untuk kita. Tak peduli dari mana, apa warna kulit, atau agama mereka. Yang kita kenal jauh sebelum kita sadar bahwa kita mengenalnya. By

Hanum Rais, Prolog - Berjalan di Atas Cahaya (via annisaadejanira)

Nyesel banget karena saya baru menyadari pentingnya arti dari kehadiran ketika ditinggalkan. Padahal setiap orang yang mengisi hari kita merupakan anugerah yang tidak boleh disia-siakan. Dalam pepatah bijak ada wasiat yg menganjurkan untuk bertemu dengan sebanyak-banyaknya orang agar bisa mengetahui rahasia semesta terutama untuk memahami lebih jauh diri kita sendiri.

Dunia itu sepertinya sederhana tapi saya membuatnya menjadi rumit.